Pledoi Perkara Narkoba atas nama yeuk sulaiman

NOTA PEMBELAAN PERKARA PIDANA

Nomor            :   669/Pid.B/2010/PN.Jbi

Atas Nama    :   YEUK SULAIMAN BIN SULAIMAN

 

UNTUK KEADILAN

 

Dengan memanjatkan Puji Syukur Alhamdulillah ke-Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, dan atas perkenannya pula, kita dapat berkumpul dan duduk bersama dalam persidangan ini, untuk mendengarkan Pembelaan (Pledoi) yang akan dibacakan oleh saya dari Kuasa Hukum Terdakawa YEUK SULAIMAN BIN SULAIMAN atas tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang telah dibacakan dalam persidangan pada hari Kamis tanggal 17  Februari  2011 , yang mana saudara Jaksa Penuntut Umum telah bersusah payah dalam upaya untuk mencari dan mengungkap fakta peristiwa kejadian yang sebenarnya. Sehingga menurut saudara Jaksa Penuntut Umum, apa yang telah diupayakan tersebut telah dapat dibuktikan secara sah dan meyakinkan bahwa Terdakwa telah bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana yang telah dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum dalam surat Dakwaanya.

Yang terhormat  Majelis Hakim yang Mulia dan Saudara Jaksa Penuntut Umum serta pengunjung sidang yang berbahagia,

Pada kesempatan ini izinkan pula saya menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga, terutama kepada Ketua Majelis yang telah dengan sabar memimpin persidangan ini, sehingga persidangan dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar, begitu pula dengan saudara Jaksa Penuntut Umum yang telah berupaya mengungkapkan fakta kejadian yang sebenarnya terjadi, hingga sampai pada tuntutan yang menyatakan secara sah dan meyakinkan Terdakawa bersalah telah terbukti melakukan suatu perbuatan tindak pidana sebagaimana dakwaan Jaksa Penuntut Umum dengan tuntutan hukuman 12 Tahun penjara  dikurangi selama Terdakwa dalam tahanan dan denda sebanyak Rp.10.000.000.000,.( Sepuluh Milyar  Rupiah) subsidair 4 bulan penjara. Namun demikian, saya selaku Penasehat Hukum Terdakwa belumlah sependapat dengan apa yang telah diuraikan oleh Jaksa Penuntut Umum di dalam tuntutannya. Oleh karena apa yang disampaikan oleh saudara Jaksa Penuntut Umum di dalam menemukan kebenaran hanya memandang dari sudut kepentingan yang hanya ditinjau dari segi Subyektif ke posisi Obyektif, tentunya berbeda dengan apa yang menjadi titik pandang saya selaku Penasehat Hukum Terdakwa yang menilai peristiwa pidana ini dari segi Obyektif ke sudut pandang Subyektif.

 

Atas dasar mana Saya Penasehat Hukum Terdakwa belum sependapat dengan tuntutan hukuman yang diberikan kepada Terdakwa sebagaimana yang telah dituntut  oleh Saudara Jaksa Penuntut Umum di dalam tuntutannya, karena kami menilai secara hukum perbuatan yang dilakukan oleh Terdakwa didasarkan kepada kepentingan ekonomi akan kebutuhan keluarga, sehingga menimbulkan keinginan bekerja dengan mencari pekerjaan yang mudah dan gampang yang dilarang oleh Pemerintah .

Berdasarkan keterangan saksi-saksi dan keterangan terdakwa telah terungkap fakta yang membuktikan Terdakwa dalam hal kepemilikan barang bukti tersebut adalah milik orang lain yang berada di Medan dan terdakwa hanya sebatas mengantar barang-barang tersebut

 

Berdasarkan fakta-fakta yang terungkap di persidangan, maka Saya selaku Penasehat Hukum Terdakwa,  secara hukum menilai Terdakwa dalam melakukan perbuatan yang dituduhkan kepadanya belum dapat dikategorikan sebagai perbuatan melakukan tindak pidana melanggar pasal 114 ayat (2) dan Ayat (1) serta 115 Ayat (1) undang-undang Nomor 35  tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP Karena unsur-unsur dari pasal tersebut tidak dapat dibuktikan adanya suatu perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa. Bila dilihat dari barang bukti yang terungkap di persidangan yang terdiri dari : 2 (dua) paket Shabu-shabu, 2 ganja bungkus plastik dan 1 ganja bungkus Koran, 15 butir pil berwarna merah muda tidak mengandung metampetamin/ MDMA, 1 (satu) unit Handphone merk Nokia Type 1112, 1 (satu) buah timbangan, seperangkat alat hisab shabu (bong), 1 (satu) tas warna oramye, 1 (satu) buah kardus, 1 (satu) unit  Hp merk Nokia type 1202 warna hitam yang dijadikan barang bukti dimuka persidangan tidak ada persamaan antara jumlah barang bukti Narkotika tersebut, karena barang bukti narkotika  yang diperlihatkan dalam persidangan jumlahnya berbeda dan atau tidak sama seperti apa yang tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dibuat oleh penyidik, maka terhadap dakwaan Jaksa Penuntut umum tidak semuanya benar dan sesuai.

Ketua Majelis Hakim beserta Anggota yang mulia, serta saudara Jaksa Penuntut Umum yang kami hormati.

Berdasarkan fakta  yang telah terungkap dimuka persidangan dan  penilaian  secara hukum  yang kami berikan, saya selaku Penasehat Hukum Terdakwa, bukan ingin mengaburkan ataupun tidak mengakui adanya perbuatan yang dilakukan oleh Terdakwa. Melainkan mohon kepada Bapak  Ketua Majelis beserta anggota yang Mulia, berdasarkan fakta yang terungkap dimuka persidangan yang secara jelas terdakwa ditangkap dan mengakui barang-barang bukti narkoba tersebut berasal temannya yang di Medan, dimana Terdakwa disuruh membawa ke jambi berdasarkan pesanan  temannya yang ada di Jambi. Jadi terhadap perbuatan yang dilakukan terdakwa saya selaku penasehat hukum menilai terdakwa lebih tepat dikenakan pasal 115 ayat (1) Undang-undang Repulik Indonesia No.35 Tahun 2009 tentang narkotika dan atau sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum dalam dakwaan Ketiga. Dan juga barang bukti yang terungkap dan yang hanya dapat dibuktikan dimuka persidangan tidak sesuai dengan fakta kejadian yang sebenarnya. Oleh karenanya secara hukum sudah sepatutnya bentuk pertanggung jawabkannya harus sesuai dengan  barang bukti yang terungkap dimuka persidangan.

Oleh karenanya saya selaku Penasehat Hukum Terdakwa tidak sependapat dengan tuntutan hukuman yang diberikan dan dibacakan oleh Jaksa Penunutut Umum dengan hukum Pidana Penjara 12 ( Dua Belas Tahun ) dan denda Rp. 10.000.000.000,- ( sepuluh Milyar rupiah ) subsidair 4 bulan Penjara. Terlalu berat dan tidak  mencerminkan  rasa keadilan.

Atas dasar mana saya selaku Penasehat Hukum Terdakwa  mohon kepada Bapak  Ketua Majelis Hakim berserta Anggota agar dapat memberikan hukuman  yang seringan-ringannya kepada terdakwa, karena terdakwa masih bisa untuk disadari dan menyadari akan perbuatan yang telah dilakukannya adalah tidak benar dan dilarang oleh Pemerintah. Adapun sebagai dasar pertimbangan hal-hal yang dapat merinngankan  terhadap diri Terdakwa  adalah sebagai berikut :

-                     Terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya ;

-                     Terdakwa masih muda, dan masih punya masa depan ;

-                     Terdakwa tidak pernah dihukum ;

-                     Terdakwa  berkelurga dan mempunyai tanggung jawab.

apabila Majelis Hakim herpendapat lain mohon putusan yang seadil-adilnya.

Demikianlah Nota Pembelaan ini kami sampaikan, atas perhatian dan pertimbangan Bapak/Ibu Majelis  Hakim di dalam memutus perkara ini diucapkan terima kasih.

 

Jambi,  22  Februari   2011

Hormat kami,

Penasehat Hukum Terdakwa

 

 

 

 

ANDI GUNAWAN, S.H.

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s